Dr. Norhaslinda Kamaruddin Ungkap Prodi Sains Data Ilmu Baru dan Terbilang Jarang
Dr. Norhaslinda Kamaruddin sedang menjelaskan materinya di Ruang Kahuripan 301, Lt. 3, Kantor Manajemen UNAIR, Kampus C, pada Rabu (8/1/2020). (Foto: Pradnya Wicaksana)

Dr. Norhaslinda Kamaruddin Ungkap Prodi Sains Data Ilmu Baru dan Terbilang Jarang

UNAIR NEWS – Pada tahun ajaran 2020/2021, UNAIR akan membuka Sekolah Teknologi Maju dan Multidisiplin dengan menawarkan 5 prodi baru. Yaitu Teknologi Sains Data, Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan, Rekayasa Nanoteknologi, Teknik Industri, dan Teknik Elektro. Selaku penanggung jawab pengembangan 5 prodi baru, Prof. Dr. Bambang Sektiari L., Drh., dalam workshop evaluasi dokumen kurikulum lima prodi baru mengungkapkan bahwa prodi tersebut telah lulus uji akreditasi dari BAN-PT dan dapat menerima mahasiswa baru pada semester depan.

“Kami mengundang para ahli untuk membantu mengevaluasi kurikulum untuk persiapan 5 prodi ini, mengingat juga bahwa UNAIR akan menjadi PTN pertama di Indonesia yang akan menawarkan prodi S1 Sains Data,” ujar Prof. Bambang

Dr. Norhaslinda Kamaruddin, seorang ahli sains data dari Universiti Teknologi Mara, Malaysia, menjelaskan bahwa ilmu sains data memiliki fungsi yang masif dan relevan di masa kini dikarenakan kemampuannya untuk menarik suatu informasi penting dengan memfilter jutaan data yang tersedia. Hal itu berguna dalam berbagai macam bidang dari marketing suatu produk hingga kesehatan. Ia juga mengatakan bahwa ilmu sains data termasuk relatif baru, maka jumlah ahli sains data masih terbilang sedikit.

“Saya sangat salut kepada UNAIR untuk membuka prodi ilmu ini untuk S1, sekalipun tanggung jawabnya yang besar. Untuk itu, saya menekankan bahwa kurikulum ilmu sains data harus ditekankan pada pengembangan skill programming, matematika, ilmu statistika, penanganan data, dan software engineering,” ujarnya dengan campuran bahasa Melayu dan Inggris

Pernyataan tersebut juga didukung oleh Dr. Taufiq Asyhari, seorang dosen di Coventry University, Inggris. Ia menambahkan bahwa sains data merupakan ilmu transdisiplin, atau gabungan dari berbagai cabang studi yang menghasilkan suatu ilmu baru. Oleh karena itu, penekanan pada fundamental dari ilmu sains data sangatlah penting.

“Fokus utama dari sains data adalah memproses data menjadi informasi seakurat mungkin dengan metode teknologi yang seotomatis mungkin. Untuk itu, pelajar sains data harus tidak hanya memahami bagaimana program sains data bekerja, tapi juga mengetahui limitasi program tersebut untuk menghindari inakurasi data,” jelas jebolan PhD dari Cambridge University itu.

Perlu diketahui, workshop tersebut dilaksanakan di Ruang Kahuripan 301, Lt. 3, Kantor Manajemen UNAIR, Kampus C, pada Rabu (8/1/2020) hingga Kamis (9/01/2020).

Penulis: Pradnya Wicaksana

Editor: Khefti Al Mawalia