UNAIR Soft Launching Lima Prodi Teknik Baru
REKTOR UNAIR, Prof. Moh. Nasih bersama Ketua Senat dan MWA UNAIR saat meresmikan lima prodi teknik baru bersama ketua majelis wali amanah dan ketua senat pada Sidang Universitas, Senin (11/10). (Foto: Muhammad Alif Fauzan)

UNAIR Soft Launching Lima Prodi Teknik Baru

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) resmi menggelar soft lounching lima program studi (Prodi) baru di bidang teknik. Prosesi itu dilakukan Rektor UNAIR Prof. Dr. Moh. Nasih dalam acara Sidang Universitas di Aula Garuda Mukti, Kampus C, pada Senin (11/11/2019).

Lima prodi itu adalah Teknik Industri, Teknik Elektro, Teknik Rekayasa Nano Teknologi, Teknologi Sains Data, serta Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan. Prodi-prodi tersebut nantinya tergabung dalam satu sekolah, yakni sekolah teknologi maju dan multidisiplin.

“Kita ingin ini menjadi ikon baru di UNAIR. Kita mandirikan, kita beri otonomi yang lebih luas dan sejak awal sudah kita kondisikan dengan riset, inovasi dan lain-lain. Sehingga, perlu ada satu unit sendiri dan namanya adalah sekolah. Biar tidak sama dengan fakultas lain,” terang Prof. Moh. Nasih kepada media.

Prof. Nasih mengungkapkan ada dua hal yang mendasari dibentuknya prodi baru teknik tersebut. Pertama, sebagai bentuk kontribusi untuk Indonesia yang lebih maju. Menurut Prof. Nasih, penguasaan teknologi menjadi salah satu parameter kemajuan suatu negara.

“Kita ingin berkontribusi lebih nyata untuk Indonesia lebih maju. Nah, kemajuan Indonesia ini juga sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusianya. Salah satunya, penguasaan teknologinya,” ungkapnya.

Sesuai yang disampaikan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro, lanjut Prof Nasih, ke depan penguasaan teknologi inovasi harus ditingkatkan. “Sebagaimana Pak Menteri sampaikan tadi, ke depan penguasaan teknologi inovasi ini harus ditingkatkan. Sehingga untuk men-support dan berkontribusi di dalamnya, maka kita mendirikan dan mengoperasionalkan lima prodi baru ini,” tambahnya.

Yang kedua, sebagai universitas yang dikenal komprehensif, UNAIR dirasa belum optimal dan seimbang pada aspek teknologinya. “UNAIR hanya punya tiga kaki. Sosial, Life Science, dan kesehatan. Sehingga UNAIR ini termasuk yang belum berimbang. Kita ingin agar lebih seimbang  aspek tekniknya. Juga untuk memberikan kesempatan kawan-kawan dari eksakta untuk mendapatkan ilmu yang berkenaan dengan masa depan, terutama di era revolusi industri 4.0,” sebut rektor UNAIR itu.

Ke depan prodi teknik tersebut akan didorong untuk bekerja sama dengan berbagai disiplin ilmu yang ada di UNAIR. Misalnya, di bidang kesehatan, psikologi, dan ekonomi.

“Kita ingin multidisiplin. Sehingga ke depan prodi teknik ini tidak mungkin berdiri sendiri. Kita kombinasikan dengan fakultas yang sudah ada, dengan fakultas kesehatan, psikologi, dan ekonomi,” pungkasnya.

UNAIR juga akan terus menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi teknik lainnya untuk mengembangkan produk yang saling melengkapi. Saat ini UNAIR telah mempunyai beberapa kerja sama berkaitan dengan artificial intelligent. Di antaranya, pengembangan virtual reality di bidang anatomi bersama ITB dan artificial intelligent di bidang kesehatan gigi. (*)

Penulis: Lailatul Fitriani

Editor: Feri Fenoria